Friday, December 18, 2009
Manusia dan Agama
Kawa- kawan tersayang... Something sweet to share...
Best tak kalau kita mampu buat ni....
"Ingat 2 perkara dan lupakan 2 perkara...
1. Ingat salah kita pada orang..
2 Ingat baik orang pada kita..
1. Lupa Salah orang pada kita..
2. Lupa baik kita pada orang...."
Sekadar berkongsi article dari seorang sahabat.
baru tahu definisi agama "AGAMA"
sila baca dibwah smpai habis
MANUSIA DAN AGAMA
Prof.Dr.H. Hamdani Anwar , MA
Adam adalah manusia pertama yang di ciptakan oleh Allah Swt, sedangkan manusia setelahnya merupakan hasil reproduksi melalui sarana Adam dan Hawa, kemudian berlanjut terus-menerus melalui sarana orang tuanya masing-masing.
Bukankah telah datang atas manusia satu waktu dari masa, sedang dia ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut? (QS. Al-Insan :1)
Mula-mula manusia belumlah terwujud. Allah belum menciptakan manusia dan makhluk Allah pun belum pernah menyebut dan mengenal manusia. Namun setelah Allah mengisyaratkan kepada para malaikat bahwa kelak akan diciptakan makhluk yang mewakili diri-Nya dimuka bumi, para malaikat membantah dan bertanya, sebagaimana diceritakan dalam QS.Al Baqarah ayat 30:
Allah adalah pencipta, sedangkan yang diciptakan-Nya adalah semua hal selain Allah. Allah menciptakan manusia dalam bentuk yang paling baik dibandingkan semua makhluk. Didalam diri manusia telah dianugerahkan potensi-potensi khusus yang tidak dimiliki oleh makhluk lainnya. Allah memberikan anugerah berupa akal pikiran dan hati. Selain itu, Allah juga memberikan ruh yang tidak pernah mati dalam raga manusia. Ruh itu ditiupkan oleh Allah ketika janin manusia telah sempurna. Manusia juga merupakan makhluk yang terbaik rohaniah dan jasmaniahnya. Namun, meskipun demikian manusia juga bisa dijadikan sebagai makhluk yang amat rendah jika mereka tidak beriman dan beramal saleh.
Allah menyatakan juga bahwa semua manusia itu dalam keadaan merugi apabila dia tidak mengisi waktunya dengan perbuatan-perbuatan baik. Merugilah manusia yang tidak memanfaatkan waktunya untuk berbakti dan beriman kepada Allah Swt. Potensi jiwa manusia juga adakalanya “fujur” dan adakalanya “takwa”. Jika jiwa manusia itu fujur maka jiwanya akan mengajak ke dalam lingkaran kemaksiatan, sebaliknya jika jiwanya takwa maka dirinya akan tergerak melakukan kebaikan.
Tujuan diciptakannya manusia tidak lain hanyalah untuk beribadah kepada Allah Swt dan menyerahkan diri sepenuhnya kepada-Nya, sebagaimana yang yang dicontohkan oleh Nabi Ibrahim a.s. Dia disebut sebagai orang yang mula-mula meyerahkan diri kepada Allah karena Ibrahim a.s merupakan satu-satunya nabi yang mencari keberadaan Tuhan dengan sendirinya. Mula-mula Ibrahim menyembah matahari, lalu bintang, lalu bulan, sebelum akhirnya menemukan ketauhidannya hanya kepada Allah Swt. melalui wahyu yang diberikan oleh Allah kepadanya.
Kata agama diambil dari bahasa sansekerta ( India kuno) yaitu “a” (tidak) dan “gama” (kacau). Agama artinya tidak kacau. Mengapa demikian? Karena dalam agama itu terkandung ajaran-ajaran dan hukum-hukum yang kesemuanya itu berfungsi untuk mengatur kehidupan manusia agar kehidupannya tidak kacau.. Siapa saja yang mengikuti ajaran agama maka kehidupannya akan teratur.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment